Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hama Kelapa Sawit

Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit

Gambar
Jenis jenis hama yang menyerang kelapa sawit diuraikan sebagai berikut 1. Hama ulat dikendalikan dengan menyemprotkan Dipterex atau Bayrusil 2. Hama Kumbang dikendalikan dengan menyemprotkan larutan Azodin yang bersifat sistemik 3. Hama tikus dikendalikan dengan racun Tomorin, Warfarin, atau Racumin yang dicampur dengan umpan berupa ampas kelapa atau bekatul. Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit Penyakit yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah ganoderma lucidum, ganoderma lucidum dikenal sebagai parasit fakultatif, parasit lemah, atau parasit luka. hingga sekarang, belum ditemukan cara pemberantasan yang efektif, sehingga hanya dapat dilakukan pembatasan penyebaran penyakit. caranya, menebang tanaman kelapa sawit yang terserang penyakit ini, pangkal batang dan sisa-sisa akar dibakar ditempat tersebut. tanaman yang terserang penyakit ini akan menunjukkan tanda-tanda daun menguning, daun bagian bawah mengering, diikuti tumbuhnya jamur berwarna cokelat ...

Ngengat (Tirathaba mundella)

Gambar
Ngengat (Tirathaba mundella) Tirathaba mundella awalnya berbentuk mirip kupu-kupu berwarna kelabu dengan empat sayap. Ia kemudian bertelur pada tandan buah yang telah terlalu matang atau pun buah yang telah busuk. Oleh karena itu, tidak boleh meninggalkan TBS busuk di lahan penanaman kelapa sawit, karena juga bisa menjadi media tumbuh kembang hama ngengat tirathaba ini.. Pengendalian : Ulat Tirathaba dapat dikendalikan dengan racun kontak Dipterex atau Thiodan. Thiodan sendiri juga terkenal sebagai racun tikus atau masuk golongan rottensida. Adapun cara aplikasinya adalah sebagai berikut : setengah kilogram Dipterex atau Thiodan dilarutkan dalam air sebanyak 360 liter air dan diaduk sampai merata, selanjutnya disemprotkan pada kelapa sawit yang terserang ulat Tirathaba tersebut. Dosis itu diperkirakan cukup untuk sartu hektar tanaman kelapa sawit. Penyemprotan diulang pada tigapuluh hari berikutnya bila masih ditemukan serangan yang berarti. Demikianlah kami uraikan seba...

Kumbang Badak (Oryctes rhinoceros)

Gambar
Kumbang Badak (Oryctes rhinoceros) Adapun ciri-ciri atau gejala pohon sawit yang terserang hama ini adalah : Daun muda yang belum membuka (biasa disebut pupus/janur) dan pada pangkal daun berlubang-lubang karena dimakan oleh kumbang ini. Cara pengendalian biologis sebenarnya adalah cara yang paling baik untuk mengatasai kumbang ini, karena tidak menyebabkan pencemaran, dan tidak perlu dilakukan berulang kali. Misalnya dengan menggunakan parasit kumbang, seperti jamur Metharrizium anisopliae dan virus Baculovirus oryctes. Betapapun, penggunaan virus Baculovirus oryctes sebagai predator kumbang tanduk haruslah dilakukan oleh orang yang sudah terlatih dengan baik. Selain itu, bisa juga dengan melepaskan predator kumbang, seperti tokek, ular dan burung. Adapun pengendalian hama kumbang dengan terapan pestisida, dalam hal ini insektisida, bisa dengan menggunakan insektisida berbahan aktif karbofuran. Karbofuran 1 persen ini dicampur dengan sekam padi atau serbuk gergaj...