Postingan

Menampilkan postingan dengan label Teknologi Pertanian

Alasan Perlunya Pertanian Terpadu

Gambar
Sekitar 200 tahun yang lalu, Thomas Malthus mengajukan sebuah teori tentang hubungan antara pertumbuhan penduduk dan pembangunan ekonomi yang masih dipercaya hingga saat ini. Dalam teorinya, Thomas Malthus merumuskan sebuah konsep tentang pertambahan hasil yang semakin berkurang. Malthus melukiskan sebuah kecenderungan universal bahwa jumlah populasi di suatu negara akan meningkat sangat cepat menurut deret ukur atau tingkat geometrik setiap 30 – 40 tahun. Sementara itu karena adanya proses pertambahan hasil yang semakin berkurang dari suatu faktor produksi yang jumlahnya tetap, yaitu tanah maka persediaan pangan hanya akan meningkat menurut deret hitung atau tingkat aritmetik (Todaro dan Smith, 2004). Sebagai gambaran yang bisa mendukung teori Malthus adalah bahwa populasi penduduk dunia pada tahun 1950 hanya 2,5 milyar dan meningkat menjadi 5,3 milyar pada 1990 dan pada 2030 akan menjadi 8,9 milyar. Maka benarlah jika pertumbuhan populasi penduduk mengikuti deret ukur sebagaiman...

Potensi Pengembangan Produk Dari Tepung Kelapa

Gambar
Tempurung merupakan lapisan keras yang terdiri dari lignin, selulosa, metoksil, dan berbagai mineral. Struktur tempurung yang keras disebabkan oleh kadar silikat (SiO2) yang cukup tinggi. Bobot dan tebalnya sangat ditentukan oleh jenis tanaman kelapa. Kelapa dalam memiliki tempurung yang lebih berat dan tebal daripada kepala hibrida dan genjah. Bobot tempurung sekitar 15-19% bobot buah kelapa dengan ketebalan 3-5 mm.  Kandungan lignin, selulosa, dan pentose pada tempurung kelapa dalam lebih tinggi dibandingkan kelapa genjah dan hibrida, sedangkan kadar abu kelapa genjah dan hibrida lebih tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan kelapa dalam memiliki mutu yang lebih baik sebagai bahan baku arang tempurung. Mutu tertinggi arang tempurung dicapai pada saat umur buah 13 bulan. Tepung Kelapa Saat ini, tempurung kelapa telah menjadi bahan baku industri yang cukup penting. Produk yang dihasilkan dari pengolahan tempurung adalah tepung dan arang tempurung, arang aktif, serta baran...

Teknologi Proses Pembuatan Kopra Kelapa

Gambar
Daging buah kelapa (endosperm) yang sudah dikeringkan dinamakan kopra. Proses pembuatan kopra yaitu proses mengeringkan buah kelapa. Tahap-tahap pengeringan untuk mendapatkan kopra bermutu baik, yaitu : kadar air daging buah kelapa segar yang besarnya 50-55% pada periode 24 jam pertama dapat diturunkan menjadi 35%,  pada periode 24 jam kedua, kadar air tersebut diturunkan menjadi 20%, dan  pada periode 24 jam berikutnya diturunkan menjadi 5-6%. Metode umum pembuatan kopra terdiri atas tiga cara, yaitu : pengeringan dengan sinar matahari,  pengeringan dengan bara atau pengapasan di atas api, dan  pengeringan dengan pemanasan tidak langsung. Dalam praktek ketiga caradi atas sering dikombinasikan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Teknologi Proses Pembuatan Kopra Kelapa a. Pengeringan dengan sinar matahari Buah kelapa segar atau yang sudah disimpan dikupas dan dibelah menjadi dua, kemudian dijemur pada posisi miring/tengkurap untuk memb...

Teknologi Proses Pembuatan Minyak Kelapa

Gambar
Minyak kelapa banyak digunakan sebagai minyak goreng atau sebagai bahan baku industri. Kandungan minyak pada daging buah kelapa sekitar 34,7%. Pengolahan minyak kelapa diklasifikasikan ke dalam dua cara, yaitu proses kering dan basah, sedangkan proses kering tanpa melalui penyantanan. Pengolahan minyak kelapa dengan proses basah telah lama dilakukan secara tradisional. Minyak yang dihasilkan dari pengolahan ini dapat langsung dikonsumsi, namun minyaknya memiliki daya tahan simpan yang kurang baik karena kadar airnya relatif tinggi. Pengolahan minyak kelapa dengan proses kering menggunakan bahan baku kopra umumnya dikerjakan dalam skala pabrik. Minyak kelapa kasar yang dihasilkan dari kopra umumnya tidak layak dikonsumsi langsung, karena kadar asam lemak bebas tinggi, warna coklat tua dan berbau tengik. Untuk perbaikan mutu minyak kelapa kasar menjadi minyak goreng layak konsumsi perlu dilakukan proses pemurnian yang meliputi proses netralisasi dan deodorisasi, yang berfungsi meng...

Produk-produk Oleokimia Kelapa Sawit

Gambar
Bahan baku utama oleokimia pada awalnya adalah tallo dan minyak kelapa yang masing-masing merupakan sumber asam lemak C16 &C 18 dan C12 & C14. Namun peningkatan produksi tallow dan produksi minyak kelapa sangat sedikit sehingga diperkirakan tidak dapat memenuhi kebutuhan sumber bahan baku oleokimia dimasa yang akan datang. Alternatif pengganti tallow dan minyak kelapa sebagai bahan baku oleokimia adalah CPO dan PKO, karena masing-masing mengandung asam lemak C 16 & C 18 dan C 12 & C 14.  Produk oleokimia terbagi menjadi 2 bagian, yaitu oleokimia dasar dan turunan atau produk hilirnya (downstream product). Oleokimia dasar terdiri dari asam lemak, fatty ester, fatty alcohol, fatty amin dan gliserin, sedangkan turunannya antara lain sabun,, produk pembersih, produk kosmetik dan perawatan kulit, lilin, surfaktan,pelumas, tinta cetak, agrokimia, pakan ternak dan sebagainya.  Produk-produk Oleokimia Kelapa Sawit Produk-produk Oleokimia. Fatty acid (asa...

Pengolahan Tanaman Jarak Pagar

Gambar
Saat ini banyak pihak, baik perorangan, perusahaan swasta maupun Negara, Pemda dan kelompok tani telah dihinggapi demam bertanam jarak pagar, karena tanaman ini merupakan salah satu bahan bakar alternative untuk menghasilkan bahan bakar nabati (biofuel). Dengan semakin menipisnya cadangan minyak di perut bumi membuat banyak kalangan berusaha mencari energy alternative terbarukan yang dapat digunakan sebagai substitusi minyak bumi. Sebelum tahun 2005, tanaman jarak pagar tidak mendapat perhatian khusus di Indonesia. Namun, ditengah krisis BBM yang melanda Indonesia pada tahun 2005, tanaman jarak pagar diingat kembali karena minyak lampunya. Ternyata, minyak nabati dari tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) dapat diolah menjadi bahan bakar pengganti minyak bumi dan atau energy fosil ( solar, minyak tanah, dan minyak bakar). Jarak pagar dapat menjadi sumber energy (BBM) alternative dan menjadi bahan bakar hayati. Karena dapat beregenerasi, tanaman jarak pagar pengganti minyak naba...

Pengolahan Tanaman Kenaf Menjadi Serat

Gambar
Tahapan pengolahan batang kenaf menjadi serat untuk bahan karung atau material campuran pembuatan komposit meliputi: panen, perendaman, pemisahan serat dari kayu, pencucian dan pengeringan. Perendaman merupakan tahapan terpenting dalam pengolahan serat. Panen: Waktu panen kenaf harus tepat karena bila dilakukan lebih awal akan menghasilkan serat yang rapuh dengan rendemen rendah, dan bila lewat waktu akan menambah waktu perendaman, menghasilkan serat yang rapuh, kekuatan serat menurun, meskipun produktivitas serat meningkat. Panen dilakukan apabila bunga ke sepuluh dari 50% populasi bunga telah mekar. Panen dilakukan dengan cara ;  Memotong pangkal batang pada ketinggian sekitar 5-10 cm dari permukaan tanah,  Memotong batang tepat di atas permukaan tanah,  Mencabut batang dari tanah. Dari ketiga cara tersebut, cara ke dua memberikan hasil terbaik. Tanaman Kenaf Perendaman: Tempat perendaman dapat berupa parit, atau tempat perendaman yang dibuat dengan m...

Pengolahan Kopi Beras Cara Basah

Gambar
Pengolahan kopi secara basah hanya dapat dilakukan pada biji kopi yang telah masak, berwarna merah penuh, sedangkan pengolahan kering dapat dilakukan pada sembarang mutu buah kopi. Tahapan pengolahan kopi basah sebagai berikut: Pemetikan buah:  Pemetikan buah kopi hanya dilakukan terhadap kopi yang berwarna merah. Alat panen berupa karung atau keranjang bambu yang bersih dan memadai. Hindari kerusakan pada buah dan kontaminasi oleh tanah dan bahan kotor lainnya.  Sortasi buah:  Sortasi dilakukan dengan pemisahan buah kopi sehat, segar, besar, matang /merah dari buah kopi kopong, mentah, busuk, terkena penyakit, atau cacat lainnya. Sortasi buah kopi dilakukan dua tahap yaitu cara kering dan basah.  Sortasi kering:  Sortasi kering disebut pra-sortasi, dilakukan di kebun atau di penerimaan hasil, dengan memisahkan buah superior dari buah inferior dan kotoran-kotoran seperti daun, kayu dll.  Sortasi basah:  Pada sortasi basah dig...

Macam-macam Produk Pengolahan Buah Pala

Gambar
Sampai saat ini Indonesia merupakan produsen pala terbesar di dunia, yaitu mencapai 70%. Negara produsen lainnya adalah Grenada sebesar 20%, Kemudian India, Srilangka dan Papua Nugini. Hasil produk pala yang diperdagangkan di pasaran dunia adalah biji, fuli dan minyak atsiri. Biji pala dan fuli digunakan sebagai bumbu masak, minuman penyegar, bahan baku industry pengawetan ikan, pembuatan sosis, makanan kaleng, dan adonan kue. Aroma minyak atsiri dan lemak yang dikandungnya dapat meningkatkan nafsu makan. Dalam rangka meningkatkan nilai tambah produk pala, perlu dilakukan diversifikasi produk dari pala, terutama pada saat harga biji dan fuli merosot. Diversifikasi produk pala ini dapat sebagai tambahan penghasilan yang cukup besar bagi petani, karena semua bagian buah pala dapat diolah manjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain biji dan fuli pala kering yang dapat diolah menjadi minyak pala yang laku di pasar dunia, daging buahnya juga dapat dibuat berbagai macam pr...