Postingan

Menampilkan postingan dengan label pestisida

Penggolongan Herbisida

Gambar
Selain digolongkan berdasarkan waktu aplikasinya, herbisida juga dapat digolongkan berdasarkan cara kerja, selektifitas, dan sifat kimianya. Berdasarkan cara kerjanya herbisida yang digunakan untuk mengendalikan gulma secara kimia pada lahan pertanian dibedakan menjadi : Herbisida kontak adalah herbisida yang mematikan gulma dengan cara kontak melalui absorbsi akar atau daun. Herbisida jenis ini akan merusak bagian gulma yang terkena langsung oleh herbisida tersebut. Bagian gulma yang tidak terkena langsung oleh herbisida ini tidak akan rusak karena kandungan racun herbisida tidak ditranslokasikan ke bagian-bagian gulma lainnya. Contohnya herbisida kontak adalah herbisida yang bahan aktifnya asam sulfat 70 %, besi sulfat 30 %, tembaga sulfat 40 % dan paraquat. Herbisida sistemik yaitu herbisida yang mematikan gulma melalui translokasi racun ke seluruh bagian-bagian gulma. Herbisida sistemik mematikan gulma dengan berbagai cara yang antara lain: menghambat fotosisntesis...

Insektisida Nabati

Gambar
Secara luas insektisida nabati dapat diartikan sebagai suatu zat yang dapat bersifat racun, menghambat pertumbuhan dan perkembangan, perkembangbiakan, tingkah laku, mempengaruhi hormon, menghambat makan, membuat mandul, sebagai pemikat, penolak, dan aktivitas lainnya yang mengganggu OPT. Secara umum, insektisida nabati diartikan sebagai insektisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Insektisida nabati merupakan salah satu sarana pengendalian hama alternatif yang layak dikembangkan, karena senyawa insektisida yang diekstrak dari tumbuhan tersebut mudah terurai di lingkungan dan relatif aman terhadap mahkluk bukan sasaran. Insektisida nabati memiliki zat metabolik sekunder yang mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, fenolik, terpenoid, dan zat-zat kimia sekunder lainnya. Senyawa tersebut ini dapat dimanfaatkan seperti layaknya senyawa pada insektisida sintetik, perbedaannya bahan aktif pestisida nabati disintesa oleh tumbuhan dan jenisnya dapat lebih dari satu ma...

Pestisida

Gambar
Pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, memikat, atau membasmi organisme pengganggu. Kata “pestisida” berasal dari pest (“hama“) yang diberi akhiran -cide (“pembasmi”). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu. Tergantung dari sasarannya, pestisida dapat berupa : 1. Insektisida (serangga) 2. Fungisida (fungi/jamur) 3. Rodentisida (hewan pengerat/Rodentia) 4. Herbisida (gulma) 5. Akarisida (tungau) 6. Bakterisida (bakteri) 7. Larvasida (larva), dan lainnya Di bidang pertanian, penggunaan pestisida telah dirasakan manfaatnya untuk mening katkan produksi. Adanya pestisida memberi manfaat dan keuntungan. Diantaranya, cepat me nurunkan populasi jasad penganggu tanaman dengan periode pengendalian yang lebih pan jang, mudah dan praktis cara penggunaannya, mudah diproduksi secara besar-besaran serta mudah diangkut dan disimpan. Manfaat yang lain, secara ekonomi penggunaan...

Pestisida Nabati dan Cara Pembuatanya

Gambar
Perlindungan tanaman merupakan bagian yang sangat penting dalam upaya menekan kehilangan hasil yang diakibatkan oleh OPT. Penggunaan pestisida sebagai salah satu komponen pengendalian OPT sebaiknya diterapkan secara bijaksana hal ini berkaitan dengan dampak negatif akibat penggunaan pestisida yang tidak bijaksana berupa resurgensi, resistensi, matinya populasi musuh alami dan pencemaran lingkungan melalui residu yang ditinggalkan serta terjadinya keracunan pada manusia (Oka, 1995). Dalam upaya mengantisipasi permasalahan tersebut sudah saatnya perlu kita kembangkan penggunaan pestisida nabati yang merupakan alternatif sebagai sarana pengendalian OPT yang selalu tersedia di alam, dapat dibuat sendiri serta relatif cukup aman bagi lingkungan. Pestisida nabati merupakan produk alam yang berasal dari tumbuhan yang mengandung bioaktif seperti alkaloid senyawa skunder yang jika diaplikasikan ke ke jasad sasaran (hama) dapat mempengaruhi sistem syaraf, terganggunya re...

Kelebihan dan Kekurangan Pestisida Organik

Gambar
Sebagai bahan pertimbangan kepada para petani dalam penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman maka kali ini saya sedikit menguraikan tentang kelebihan dan kekurangan pestisida organik. Hal ini bertujuan agar petani bertambah bijak dalam mengendalikan organisme pengganggu tanaman. Yaitu pengendalian yang berwawaskan lingkungan hidup. Kelebihan Pestisida Organik: Relatif aman terhadap lingkungan Mudah dibuat dan harganya murah  Tidak menyebabkan keracunan pada tanaman  Mengurangi resistensi hama dan penyakit  Menghasilkan produk pertanian yang sehat Kelemahan Pestisida Organik: Daya kerja lambat Tidak membunuh organisme sasaran secara langsung  Kurang tahan terhadap sinar matahari  Kurang praktis  Tidak tahan lama dalam penyimpanan  Kadang kala harus diaplikasi berkali-kali. Sumber

Cara Membuat Pestisida Organik

Gambar
Membuat Pestisida Organik dengan Bawang Putih   Bahan : Bawang Putih : 1 bulb Lengkuas bubuk : 1 sendok teh Cengkeh bubuk : 1 sendok teh (opsional) Spiritus : 0,25 liter Air Tawar : 1 liter Sabun Cair : secukupnya Cara membuat : Kupas bawang putih, kemudian parut atau dapat juga di blender (parut lebih baik). Setelah selesai, taruh dalam wadah dan campurkan dengan air tawar + lengkuas bubuk + cengkeh bubuk. Aduk rata, simpan selama ± 24 jam atau hingga semua ampas mengendap. Hasil larutan disaring dengan menggunakan kain halus, campur dengan spiritus dan aduk rata. Diamkan sebentar, simpan dalam botol yang berpenutup rapat. Cara pengaplikasian : 0.25 liter larutan dicampur dengan 1 sendok makan sabun cair, aduk rata masukkan ke dalam sprayer. Semprotkan ke pangkal tanaman yang terkena hama setiap sore/malam hari. Untuk pencegahan atau perawatan, cukup semprotkan sekali per 2 hari sekali atau sem...

Pengendalian Hama dan Penyakit Dengan Pestisida Organik

Gambar
Dampak Negatif dari Penggunaan Pestisida Kimia Petani selama ini tergantung pada penggunaan pestisida kimia untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Selain yang harganya mahal, pestisida kimia juga banyak memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia antara lain adalah: 1. Hama menjadi kebal (resisten) 2. Peledakan hama baru (resurjensi) 3. Penumpukan residu bahan kimia di dalam hasil panen 4. Terbunuhnya musuh alami 5. Pencemaran lingkungan oleh residu bahan kimia 6. Kecelakaan bagi pengguna Kira-kira sudah berapa lama petani menggunakan pestisida kimia ini? Jadi bisa dibayangkan sendiri akibatnya bagi tanah pertanian di Indonesia. Fungsi dari Pestisida Organik Pestisida Organik memiliki beberapa fungsi, antara lain: 1. Repelan, yaitu menolak kehadiran serangga. Misal: dengan bau yang menyengat 2. Antifidan, mencegah serangga memakan tanaman yang tela...

Pertolongan Pertama Pada Keracunan Pestisida

Gambar
Usahakan pestisida selalu pada kemasannya. Hal ini sangat penting untuk menentukan penanganan lebih lanjut saat mengalami keracunan pestisida. Pertolongan Pertama Pada Keracunan Pestisida Pada saat kita mengetahui seseorang mengalami keracunan pestisida, kita dapat memberikan pertolongan pertama pada penderita, sebelum dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Lakukan langkah-langkah berikut : 1. Saat memberikan pertolongan, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah kita tidak boleh terlihat panik. Harus setenang mungkin agar dapat berpikir untuk melakukan tindakan yang paling tepat dan cepat. 2. Amati secara cermat, jika kulit korban terkena pestisida, buka pakaian dan segeralah cuci sampai bersih dengan air dan sabun. 3. Jika mata korban terkena pestisida, cuci dengan air yang banyak selama 15 menit, utamakan pencucian menggunakan air pancuran agar pestisida lebih cepat terbawa air. 4. Jika pestisida t...

Bahaya Penggunaan Pestisida

Gambar
Selain berdampak pada kerusakan lingkungan, residu pestisida juga berbahaya bagi kesehatan, baik dalam jangka panjang atau pun pendek. Salah satunya adalah menghambat perkembangan kognitif. Pada kehamilan bisa beresiko terjadinya kelainan bawaan. Residu pestisida ini bisa terdapat dalam jenis buah dan sayuran segar, sehingga kita memerlukan kehati-hatian dalam mengkonsumsinya. Penggunaan pestisida bisa terjadi pada saat proses produksi di lahan atau selama pasca panen. Dibawah ini beberapa bahaya pestisida yaitu : Bhaya Penggunaan Pestisida Bahaya Pestisida Bagi Kesehatan Pestisida Menyebabkan Kemandulan Salah satu pestisida adalah atrazine, pembunuh gulma yang banyak digunakan di pertanian tebu dan terdeteksi dalam air keran. Para ilmuwan dan dokter mengemukakan bahwa pestisida ini meningkatkan risiko keguguran dan kemandulan (kualitas dan mobilitas sperma menurun). Bahaya Pestisida Pada Kehamilan, Bayi, dan Anak Pestisida yang tidak sengaja termakan oleh ...

Penyakit Tanaman Cabai dan Pemberantasanya

Gambar
Penyakit Tanaman Cabai dan Pemberantasanya Antracnose Penyakit Antracnose dikenal juga dengan istilah “pathek” adalah penyakit yang hingga saat ini masih menjadi momok bagi petani cabai. Buah yang menunggu panen dalam beberapa waktu berubah menjadi busuk oleh penyakit ini. Gejala awal dari serangan penyakit ini adalah bercak yang agak mengkilap, sedikit terbenam dan berair, buah akan berubah menjadi coklat kehitaman dan membusuk. Ledakan penyakit ini sangat cepat pada musim hujan. Penyebab penyakit ini adalah jamur carnifora capsici. Pengendalian membersikan tanaman yang terserang agar tidak menyebar, saat pemilihan benih harus kita lakukan secara selektif, menanam benih cabai yang memiliki ketahanan terhadap penyakit pathek. Secara kimia, disemprot dengan fungisida sistemik berbahan aktif triadianefon dicampur dengan fungisida kontak berbahan aktif tembaga hidroksida seperti Kocide 54WDG, atau yang berbahan aktif Mankozeb seperti Victory 80WP. Layu Bakteri Penyak...

9 Cara Pengendalian Ulat grayak (Spodoptera Litura)

Gambar
1. Insektisida nabati adalah ekstrak tanaman yang mempunyai sifat-sifat insektisida. Azadirachtin yang diekstrak dari daun dan biji mimba (Azadirachta indica) merupakan salah satu metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif insektisida. Azadirachtin berperan sebagai penghambat pertumbuhan dan proses metamorfosis, penghalang kegiatan makan, penolak kehadiran serangga (repellent), dan pemandul serangga (sterillant) (Shetlar dan Hale, 2008). Insektisida nabati dengan bahan aktif azadirachtin efektif terhadap ulat grayak. Serbuk biji mimba (50 g/l air) mampu mematikan ulat instar III sebesar 67% - 83% (Indiati, 2009; Koswanudin, 2002). Insektisida ini memiliki sifat, antara lain persistensinya singkat sehingga diperlukan aplikasi berulang agar mencapai keefektifan maksimal (Indiati, 2009).  2. Bacillus thuringiensis (Bt) adalah bakteri gram positif yang berbentuk batang, bersifat aerobik, dan membentuk spora. Bakteri ini mengandung protein kristal (δ-endotok...

Hama dan Penyakit Pada Tanaman Jahe

Gambar
Hama dan Penyakit Tanaman jahe  Hama  Hama yang dijumpai pada tanaman jahe adalah:  1) Kepik, menyerang daun tanaman hingga berlubang-lubang. Ulat penggesek akar, menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan tanaman jahe menjadi kering dan mati.  Kumbang. Penyakit  Penyakit layu bakeri dan Gejala:  Mula-mula helaian daun bagian bawah melipat dan menggulung kemudian terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning dan mengering. Kemudian tunas batang menjadi busuk dan akhirnya tanaman mati rebah. Bila diperhatikan, rimpang yang sakit itu berwarna gelap dan sedikit membusuk, kalau rimpang dipotong akan keluar lendir berwarna putih susu sampai kecoklatan. Penyakit ini menyerang tanaman jahe pada umur 3-4 bulan dan yang paling berpengaruh adalah faktor suhu udara yang dingin, genangan air dan kondisi tanah yang terlalu lembab.  Pengendalian:  jaminan kesehatan bibit jahe;  karantina tanaman jahe yang terke...