Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pengolahan Lahan

Media Tanam Dari Bahan Organik

Gambar
Bahan Anorganik berupa bahan bahan dengan kandungan unsur mineral tinggi dan berasal dari proses pelapukan batuan induk yang ada di dalam bumi. Proses pelapukan tersebut bisa diakibatkan oleh berbagai sebab, yaitu pelapukan secara fisik, biologi-mekanik, maupun kimiawi. Media tanam dari bahan anorganik biasanya tidak dapat berdiri sendiri dalam arti harus dipadukan dengan media tanam dari bahan organik. Apa saja bahan bahan yang bisa dipergunakan sebagai media tanam dari bahan anorganik ini. Beberapa jenis bahan anorganik yang biasa dijadikan sebagai media tanam adalah kerikil, pecahan batu bata, spons, tanah liat, gel, pasir, vermikulit, dan perlit. Masing masing dari contoh media tanam anorganik ini memiliki fungsi dan kegunaan berbeda beda. Berikut penjelasannya. Pecahan Batu Bata Pecahan batu bata juga dapat dijadikan alternatif sebagai media tanam. Seperti halnya bahan anorganik lainnya, media jenis ini juga berfungsi untuk melekatkan akar. Sebaiknya, ukuran batu-...

Penanggulangan Kesuburan Tanah Masam

Gambar
Peningkatan permintaan hasil pertanian senantiasa meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Intensifikasi menjadi metode yang paling banyak digunakan untuk pengembangan pertanian. Seiring dengan permasalahan lingkungan yang timbul dan alih fungsi lahan di daerah-daerah pertanian intensif, pertanian juga di kembangkan di daerah-daerah yang baru (ekstensif). Daerah-daerah baru tersebut seringkali merupakan daerah marginal yang kurang sesuai atau harus diperlakukan terlebih dahulu agar sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Salah satu daerah yang dikembangkan untuk pertanian adalah lahan masam. Tanah masam merupakan tanah yang memiliki pH sangat rendah sehingga seringkali meracuni tanaman secara langsung atau juga menjadikan tanah tidak dapat menyediakan hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Berkaitan dengan hal-hal tersebut, perlu dilakukan pengolahan dan pengelolaan pada tanah masam agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman dan dapat menyediakan hara bagi tanama...

Pembukaan Lahan Pada Areal Peremajaan Kebun Kelapa Sawit

Gambar
Untuk membuka lahan pada areal peremajaan kebun sawit, hendaknya dilakukan dengan mengolah lahan tanpa membakar. Pekerjaan dan alat yang dipergunakan serta teknis pelaksanaan dalam pembukaan lahan pada areal kebun sawit ini tergantung pada kerapatan vegetasi dan cara yang digunakan. Ada dua cara membuka lahan pada areal peremajaan kebun sawit yaitu cara kombinasi antara manual-mekanis dan mekanis. Cara kombinasi antara manual-mekanis Kegiatan yang dilakukan pada areal peremajaan kebun sawit sebagai berikut :  1) Perencanaan penanaman, yaitu dengan membuat rencana dan desain kebun yang akan dikelola dengan mempertimbangkan lingkup pekerjaan, ketersediaan masin-mesin dan peralatan yang memadai, waktu pelaksanaan dan biaya;  2) Membuang Ganoderma, pada areal yang terserang ganoderma, perlu ditebang, dibuang jauh dari areal tanaman baru dan dibersihkan;  3) Membuat Pancang Jalur, untuk menentukan jalur tanaman baru, jaringan jalan, jalur pemanenan dan sal...

Pembukaan Lahan Semak Belukar Tanpa Bakar

Gambar
Untuk membuka lahan tanpa bakar pada areal semak belukar, perlakuannya hampir sama dengan cara pembukaan lahan tanpa bakar pada areal hutan dan areal peremajaan kelapa sawit. Pekerjaan dan alat yang dipergunakan serta teknis pelaksanaan dalam pembukaan lahan tanpa bakar pada areal semak belukar tergantung pada kerapatan vegetasi dan cara yang digunakan. Ada tiga cara membuka lahan pada areal semak belukar yaitu cara manual, mekanis dan kombinasi antara manual-mekanis-khemis. Cara manual , yaitu kegiatan pembukaan lahan dengan tahapan sebagai berikut :  Membabat rintisan yaitu memotong dan membabat vegetasi dengan mengguna-kan parang;  Menebang dan merencek (mencincang) batang kayu yang besar dengan menggunakan parang, kapak atau gergaji;  Membuat pancang jalur, yaitu jalur tanam yang dibuat menurut jarak antar barisan tanaman, yang dimaksudkan untuk memudahkan pembersihan jalur tanam;  Membersihkan Jalur Tanam, yaitu membersihkan hasil rencekan yang ditemp...

Manfaat Membuka Lahan Baru Tanpa Bakar

Gambar
Untuk membuka lahan yang akan dipergunakan untuk budidaya perkebunan, agar dihindari perlakuan dengan cara membakar hal ini karena selain mencegah terjadinya kebakaran, polusi karena asap, mencegah terjadinya degradasi kesuburan fisik tanah, menurunnya kemampuan tanah menahan air, juga mencegah hilangnya plasma nutfah. Dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2004 pasal 26 tentang Perkebunan, juga telah diamanatkan bahwa "setiap pelaku usaha perkebunan dilarang membuka dan/atau mengolah lahan dengan cara pembakaran yang mengakibatkan terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan". Pekerjaan dan alat yang dipergunakan serta teknis pelaksanaan dalam pembukaan lahan tergantung pada kerapatan vegetasi dan cara yang digunakan. Manfaat pembukaan lahan tanpa pembakaran Hutan dan lahan merupakan sumber daya alam yang bila dikelola dengan baik dan benar akan sangat bermanfaat bagi pembangunan nasional khususnya pelestarian lingkungan. Namun demikian pengelolaan hutan dan la...

Pengolahan Kebun Pembibitan Tanaman Tebu

Gambar
Bahan tanam untuk pembibitan dapat berasal dari bagal atau kultur jaringan varietas tebu yang murni. Secara umum bahan tanam (bibit) untuk pembibitan harus bebas dari hama dan penyakit, terutama luka api dan daun hangus. Lahan untuk kebun pembibitan harus memenuhi syarat untuk pertumbuhan yang optimal, sehingga menghasilkan bahan tanam dalam jumlah yang besar dan mutu yang baik. Setelah syarat-syarat lahan untuk kebun pembibitan terpenuhi, tindakan selanjutnya melaksanakan pengelolaan agar syarat-syarat tersebut berfungsi sebaik-baiknya. Pengelolaan kebun pembibitan mencakup :  Pembukaan lahan dan pengolahan tanah; dalam pembukaan lahan dan pengolahan tanah perlu diperhatikan kelancaran drainase dan terjaminnya pembuangan air yang baik. Pada lahan yang rendah, kasuran untuk tempat penanaman bibit dibuat miring agar air yang berkelebihan dapat segera terbuang;  Tanam dan pemeliharaan; macam bibit yang digunakan disesuaikan dengan kondisi tanah. Papan tanam yang tela...

Persiapan Lahan dan Tata Ruang Kebun Entres

Gambar
Pembangunan Kebun Entres, dilakukan dengan tahapan persiapan lahan, Tata Ruang kebun, penyiapan bahan tanaman, penanaman dan penyulaman, pemeliharaan, pemanenan dan pengiriman entres. Persiapan lahan Kunci awal menghasilkan bahan tanaman bermutu adalah persiapan atau pengolahan lahan yang memenuhi syarat, pengolahan lahan yang kurang baik menyebabkan terbentuknya akar yang tidak sempurna dan pertumbuhan tanaman kurang baik. Persiapan lahan dengan cara mekanis, dilaksanakan dengan traktor pada lahan datar dengan 2 kali membajak yang interval waktunya 3 minggu dan 2 kali garu dengan interval waktu 1 minggu sehingga tanah gembur dan mempunyai kedalaman 40 - 50 cm, sisa tunggul harus dibersihkan dan dibuang. Persiapan lahan dengan cara manual, dilakukan dengan cangkul pada lahan yang berteras atau miring dan pada pembibitan skala kecil, kedalaman olah tanah 40 - 50 cm. Untuk memperoleh kedalaman tersebut diperlukan teknik pencangkulan sbb ; areal kebun entres berbentuk segi em...

Budidaya Padi Sawah Tanpa Olah Tanah (TOT)

Gambar
Budidaya Padi Sawah Tanpa Olah Tanah (TOT) Sistem penanaman padi sawah tanpa olah tanah (TOT) merupakan alternative teknologi terobosan baru. Cara penanaman tanpa olah tanah ini merupakan bagian system pengolahan tanah konsenvasi, yakni pengolahan tanah yang mempertimbangkan aspek kelestarian sumber daya tanah dan air, disamping aspek produksi dan pendapatan petani. System tanpa olah tanah tidak berbeda dengan system olah tanah sempurna, yaitu mengendalikan gulma dan menyiapkan lahan agar menjadi media tumbuh yang baik bagi tanaman. Perbedaannya hanya terletak pada efesiensi penggunaan sumber daya dalam persiapan lahannya. Sistem tanpa olah tanah lebih efesien dalam menggunakan air, tenaga kerja, waktu, dan lebih berwawasan lingkungan daripada olah tanah sempurna. Pengolahan Lahan Lahan becocok tanam diolah untuk meningkatkan kesuburan tanah sebagai media tumbuh tanaman padi. Tahapan pengolahan lahan, pada lahan basah/sawah: 1. Bajak Pertama Membalik tanah sedalam lapisa...

Menggali Potensi Lahan Rawa Lebak Untuk Pertanian

Gambar
Meningkatnya jumlah penduduk dalam beberapa dasawarsa terakhir telah membawa beberapa dampak baik dampak dalam skala regional maupun dampak secara global. Salah satu dampak yang paling terasa dari adanya pertambahan penduduk dengan rate yang sangat cepat adalah penyediaan bahan pangan yang semakin sulit. Penyediaan bahan pangan yang semakin sulit tidak terlepas dari adanya persaingan penggunaan lahan untuk pertanian yang merupakan tulang punggung penyediaan pangan dengan keperluan-keperluan lain seperti perumahan, tambang, industri, ataupun kegiatan non pertanian yang lain.  Sistem pertanian intensif yang ada tidak akan mampu mencukupi penyediaan pangan kepada semua masyarakat ketika lahan pertanian yang subur semakin sempit luasannya. Intensifikasi yang berlebihan untuk mengejar produksi tanpa diikuti oleh peningkatan luasan lahan malah seperti hal yang cenderung dipaksakan dan banyak yang tidak sesuai dengan aspek ekologi. Akibatnya, sistem pertanian yang berkelanjutan sul...

Persiapan Lahan dan Penanaman Vanili

Gambar
Persiapan Lahan dan Penanaman Vanili Sebelum penanaman vanili, perlu dilakukan persiapan lahan yang terdiri dari pembersihan dan pengolahan tanah, penanaman pohon penegak atau pohon panjat dan pembuatan lubang tanam. Persiapan lahan ini harus sudah mulai dilakukan ± 6-12 bulan sebelum penanaman vanili agar pada saat tanaman vanili tumbuh, pohon penegak sudah cukup tinggi. Pembersihan dan pengolahan tanah: Sebelum dilakukan pengolahan tanah, lahan perlu dibersihkan dari gulma dan tanaman lain yang tumbuh. Pembersihan gulma /tanaman yang ada dilakukan pada awal musim penghujan. Setelah lahan bersih maka dilakukan pencangkulan tanah sedalam 20-30 cm dan dibiarkan selama 2 minggu. Sekeliling kebun dibuat saluran drainase/pembuangan selebar 40 cm dan dalam 40 cm.  Tanaman vanili batangnya berupa sulur sehingga membutuhkan pohon panjat untuk panjatan sulurnya dan sekaligus untuk pelindung terhadap sinar matahari. Tanaman vanili ini memerlukan pohon pelindung karena tan...

Pengolahan Lahan Kering Melalui Pompanisasi

Gambar
Pengolahan Lahan Kering Melalui Pompanisasi Potensi lahan kering di Indonesia cukup luas tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi dan Maluku yang sebagian besar belum secara optimal dimanfaatkan oleh masyarakat dan petani. Luas lahan kering di dataran rendah (di bawah 700m dari permukaan laut) yang dimiliki Indonesia ada sekitar 52,83 juta hektar, tetapi yang berpotensi untuk pengembangan tanaman pangan hanya sekitar 5,1 juta hektar. Pada saat ini keadaan iklim di beberapa negara termasuk Indonesia selalu berubah-rubah yang tidak dapat lagi diprediksi secara tetap berdasarkan bulan musim yang siklusnya terjadi secara tetap seperti pada waktu yang lalu. Keadaan ini membuat para petani di lapangan menjadi lebih berhati-hati lagi dalam melaksanakan dan memilih jenis usahatani yang dikelolanya. Seperti diketahui bahwa ketersediaan air secara irigasi teknis, setengah teknis dan irigasi sederhana sangatlah terbatas (di bawah 50%) dari lahan sawah yang ters...

Pengolahan lahan pada Tanaman Cabai pada Musim Hujan

Gambar
Pengolahan lahan pada Tanaman Cabai pada Musim Hujan Langkah-langkah pengolahan lahan untuk tanaman cabai secara intesif pada musim hujan meliputi pembersihan lahan yang akan digunakan utnuk penanaman, pembajakan atau pencangkulan lahan, dan pembuatan bedengan kasar. A. Pembersihan lahan Pembersihan lahan areal penanaman cabai terutama dilakukan terhadap rumput-rumput liar atau gulma yang dapat meningkatkan kelembapan areal kebun. Pembersihan juga dilakukan terhadap tanaman keras lainnya yang dapat menggangu tanaman cabai, terutama yang bisa menghambat sinar matahari. Pembersihan lahan dapat digunakan cara manual dengan tangan atau dengan bulldozer jika lahannya luas dan memiliki banyak tanaman tahunan. Rumput dan tanaman gulma lainnya (kecuali yang berpotensi sebagai inang cendawan atau bakteri dan yang bisa tumbuh menjadi gulma, seperti rumput teki dan pisang) bisa dibiarkan menumpuk di lahan atau dibakar. Bekas tanaman keras atau batu-batu harus disingkirkan agar tida...

Tenknologi Fertigasi Off Season di Lahan Rawa

Gambar
Sebagian lahan rawa khususnya pada musim kemarau mengalami kekurangan air dan air yang tersedia juga mempunyai kualitas sangat jelek. Namun demikian, saat lahan-lahan yang tidak dapat ditanami, lahan rawa mempunyai kesempatan untuk ditanami. Teknologi off season di lahan rawa pasang surut tipe C adalah teknologi pemberian air lahan rawa pasang surut (pH<3) yang telah diperbaiki dengan bahan ameliorant (dolomite dan pupuk) melalui irigasi tetes yang dibantu dengan pipa (selang). Teknologi ini digunakan pada MK II (Juli-September) untuk tanaman musim tersebut kualitas air (pH<3) tidak dapat digunakan untuk mengairi tanaman. Komponen rancangan sistem fertigasi ini terdiri dari penampung air, jaringan pipa utama, jaringan pipa pembagi yang dilengkapi dengan alat pemberi air (emitter). Pemberi air dibuat dengan cara melubangi selang plastik dengan alat pelubang dari besi ukuran 3/16 inci, kemudian pada lubang tersebut dipasang selang plastic ukuran ¼ inci yang dirangkai deng...

Pengertian dan Batasan Lahan Rawa Lebak

Gambar
Secara istilah, rawa lebak berasal dari bahasa jawa lebak yang berarti lembah atau dataran yang rendah. Akan tetapi, secara umum, rawa lebak merupakan suatu daratan yang seriap tahunnya mengalami genangan minimal selama tiga bulan dengan genangan minimal 50 cm. rawa lebak juga disebut dengan istilah rawa pedalaman karena kedudukannya yang menjorok jauh dari muara laut atau sungai. Lahan rawa lebak sendiri adalah rawa lebak yang sudah dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, perikanan, peternakan, atau segala hal yang sudah mendapat campur tangan manusia.  Pada musim hujan, rawa lebak menjadi tergenang karena mendapat luapan dari sungai besar di sekitarnya, berada pada suatu cekungan dan juga memiliki pengatusan atau drainase yang buruk. Genangan pada rawa lebak biasanya berlangsung stagnan dan akan sangat sulit untuk mengalir. Pada musim kemarau, genangan pada rawa lebak menjadi hilang dan rawa menjadi kering. Pada saat itulah biasanya rawa lebak dimanfaatkan untuk bidang per...

Karakteristik Lahan Rawa Lebak

Gambar
Karakteristik Lahan Rawa Lebak Lahan rawa lebak emmpunyai karakter yang khas., yaitu terdapatnya genangan air pada periode waktu yang cukup lama. Air yang menggenang tersebut bukan merupakan akumulasi air pasang, tetapi berasal dari limpasan air permukaan di wilayah tersebut maupun wilayah sekitarnya karena topografinya yang lebih rendah. Berdasarkan genangan airnya, lahan lebak dikelompokan menjadi lebak dangkal, lebak tengahan dan lebak dalam. Lahan lebak dangkal adalah lahan lebak yang genangan airnya kurang dari 50 cm selama kurang dari 3 bulan. Lahan lebak tengahan adalah lahan lebak yang genangan airnya 50-100 cm selama 3-6 bulan sedangkan lebak dalam adalah lahan lebak yang genanangan airnya lebih dari 100 cm selama lebih dari 6 bulan. Berdasarkan lama ketinggian genangan air, lahan rawa lebak dikelompokan mejadi lebak dangkal, lebak tengahan dan lebak dalam. Lebak dangkal dicirikan oleh ketinggian genangan air 50 cm, dengan lama genangan < 3 bulan yang secara ana...

Tanah Alluvial

Gambar
Tanah Alluvial Menurut USDA, alluvial tergolong dalam ordo inseptisol. Ciri umum sama dengan pada tanah latosol. Alluvial merupakan tanah muda hasil pengendapan material halus aliran sungai. Cirri utama tanah alluvial adalah berwarna kelabu dengan struktur yang sedikit lepas-lepas. Kesuburan tanah alluvial sangat bergantung pada sumber bahan asal aliran sungai.  Alluvial terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sungai-sungai besar seperti pada pulau jawa, Sumatra, Kalimantan, dan papua. Alluvial banyak dgunakan untuk tanaman padi, palawija, tebu, kelapa, tembakau, dan buah-buahan.

Pengolahan Lahan Pertanian

Gambar
Pengolahan tanah dalam usaha budidaya pertanian bertujuan untuk menciptakan keadaan tanah olah yang siap tanam baik secara fisis, kemis, maupun biologis, sehingga tanaman yang dibudidayakan akan tumbuh dengan baik. Pengolahan tanah terutama akan memperbaiki secara fisis, perbaikan kemis dan biologis terjadi secara tidak langsung. Kegiatan pengolahan tanah dibagi ke dalam dua tahap, yaitu: (1) Pengolahan tanah pertama (pembajakan), dan (2) Pengolahan tanah kedua (penggaruan). Dalam pengolahan tanah pertama, tanah dipotong, kemudian dibalik agar sisa tanaman dan gulma yang ada di permukaan tanah terpotong dan terbenam. Kedalaman pemotongan dan pembalikan tanah umumnya antara 15 sampai 20 cm. Pengolahan tanah kedua, bertujuan menghancurkan bongkah tanah hasil pengolahan tanah pertama yang besar menjad lebih kecil dan sisa tanaman dan gulma yang terbenam dipotong lagi menjadi lebih halus sehingga akan mempercepat proses pembusukan. Pengolahan Tanah Secara Mekanis 1. Keuntu...